Yang Dianggap Sama
( Antara Jilbab dan Khimar/ Kerudung )
Hijab, Jilbab, dan Khimar/Kerudung diartikan sama oleh hampir sebagian
masyarakat Indonesia. Hal ini terjadi karena kebiasaan masyarakat dalam
menggunakan bahasa. Namun kebiasaan tersebut mempengaruhi pola pikir dan tingkah
laku dalam penerapannya. Yang disayangkan lagi masyarakat hanya mengikuti
sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan tanpa mengkaji ulang tentang salah atau
benarnya.
Wanita wajib atas hijab. Hijab
berasal dari bahasa arab, artinya sama dengan tabir atau diding/penutup.
Pengertian yang dimaksud dari hijab atau tabir disini adalah tirai penutup atau
sesuatu yang memisahkan/membatasi baik berupa tembok, bilik, gorden, kain dan
lain-lain. Dalam kaitannya aurat wanita, maka hijab disini adalah penutup
daripada aurat wanita. Aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan
telapak tangan. Dan penutup aurat wanita disini adalah jilbab dan khimar/
kerudung.
Ada sebuah hadist
penuturan ‘Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: Wahai Asma’,
sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak
tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak
tangannya). (HR Abu Dawud). Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa yang biasa
tampak adalah muka dan kedua telapak tangan. Jadi selain muka dan kedua telapak
tangan, maka harus ditutup. Kerudung untuk menutup rambut/ kepala, Jilbab untuk
menutup badan. Namun ada satu lagi yang sering diabaikan yaitu kaos kaki. Kaki
juga aurat bagi wanita, sehingga harus ditutup juga menggunakan kaos kaki.
Jilbab dan kerudung
adalah berbeda. Allah telah berfirman, "Hai Nabi, Katakanlah kepada
isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang
mukmin:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[**] ke seluruh tubuh
mereka".yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di
ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." ( Q.S
Al-Ahzab : 59). Kita lihat catatan kaki yang ada di Al-Qur’an. Disana tertulis
bahwa Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup seluruh
aurat wanita. Berarti juga tidak berupa dua potong pakaian ( atasan dan rok)
yang terpisah.
Sedangkan
Khimar/ kudung/ kerudung adalah kain yang menutupi kepala/rambut, hingga
menutupi dada. Allah telah berfirman," Katakanlah kepada wanita yang
beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan
janganlah mereka menampakkan perhiasannya,kecuali yang (biasa) nampak
daripadanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan
janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah
mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka,atau putera-putera
suami mereka,atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara
lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita
Islam,atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang
tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui
perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada
Allah,Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS An Nuur:31).
Berdasarkan
firman Allah tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa seorang wanita wajib berhijab
yaitu mengenakan jilbab dan khimar/ kudung/ kerudung. Khimar/ kudung/ kerudung adalah kain yang menutupi kepala/rambut,
hingga menutupi dada. Sedangkan jilbab adalah sejenis baju kurung yang lapang
yang dapat menutup seluruh aurat wanita (dikenal "gamis" di
indonesia).
Masalah ini memang terlihat sepele, akan tetapi jangan dianggap sepele. Rasulullah bersabda: “Wahai Ali pada malam mi’raj ketika aku pergi ke langit , aku melihat wanita–wanita umatku dalam azab dan siksa yang sangat pedih sehingga aku tidak mengenali mereka. Oleh karena itu, sejak aku melihat pedihnya azab dan siksa mereka, aku menangis. Kemudian beliau bersabda: “Aku melihat wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih. Rasulullah saw bersabda: “Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih adalah wanita yang tidak mau menutupi rambutnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram”. Sungguh sangat mengerikan adzabnya.
Di dalam hadits , Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam juga menjelaskan tentang sifat wanita penduduk
neraka, beliau bersabda :“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya
mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan
berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan
seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya
Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.”
(HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu) .
Berdasarkan hadist diatas, yang
dimaksud wanita yang berpakaian telanjang adalah wanita yang memakai pakaian,
tetapi masih terlihat lekuk tubuhnya dan tipis. Sedangkan yang
dimaksud dengan “kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta” adalah wanita
yang biasanya mengikat rambut mereka hingga ke atas dan membentuk bendolan
sepeti punuk unta. Sekarang pun banyak trend ciput/kerudung dalam atau bahasa kerennya “Cipon” atau ciput punuk
onta. . Berhati-hati dalam berpakaian khususnya
bagi seorang wanita adalah sangat penting juga.



Kerudung dan Jilbab Cipun “
Ciput Punuk Unta”
“Wahai
saudari-saudariku muslimah, mari bersama-sama saling menasehati untuk
memperbaiki diri menjadi muslimah sejati”